Assalamualaikum Wr Wb
kali ini saya berbagi tentang........
kali ini saya berbagi tentang........
SISTEM OPERASI
Pengertian Sistem Operasi
Sistem operasi adalah program yang
mengelola perangkat keras komputer. Hal ini juga
memberikan dasar untuk program aplikasi dan bertindak sebagai perantara antara pengguna
komputer dan perangkat keras komputer.....
memberikan dasar untuk program aplikasi dan bertindak sebagai perantara antara pengguna
komputer dan perangkat keras komputer.....
struktur operasi sistem
struktur operasi sistem dibagi
menjadi empat yaitu:
-Hardware sebagai sumber dasar
komputasi
(CPU ,memori, I / O perangkat,ruang
penyimpanan)
-Sistem operasi
(menngontrol dan mengokoordinasi
pengguna hardware diantara berbagai aplikasi dan pengguna)
-Program aplikasi
(menentukan cara dimana sumber daya
sistem digunakan untuk menyelesaikan masalah komputasi pengguna contoh:
penggolahan kata,web browser sistem data base)
-Pengguna
(orang,mesin dan lain-lain)
Sistem Operasi
sebuah sistem komputer terdiri dari
satu atau lebih CPU dan sejumlah perangkat pengendali terhubung melalui sistem
umum yang menyediakan akses ke memori bersama.
memory bekerja untuk semua device
yang ada,jadi data bisa tersimpan pada memory.
Struktur penyimpanan:
Program komputer harus berada di
memori utama (biasanya RAM) untuk dapat dijalankan. Memori utama adalah
satu-satunya tempat penyimpanan yang dapat di akses secara langsung oleh
prosesor.
Idealnya program dan data secara
keseluruhan dapat disimpan dalam memori utama secara permanen. Namun demikian
hal ini tidak mungkin karena :
Ukuran memori utama relatif kecil untuk dapat menyimpan data dan program secara keseluruhan.
Ukuran memori utama relatif kecil untuk dapat menyimpan data dan program secara keseluruhan.
Memori utama bersifat volatile,
tidak bisa menyimpan secara permanen, apabila komputer dimatikan maka data yang
tersimpan di memori utama akan hilang.
Memory utama
hanya
memori utama dan register merupakan tempat penyimpanan yang dapat di akses
secara langsung oleh prosesor. Oleh karena itu instruksi dan data yang akan di
eksekusi harus disimpan di memori utama atau register.
Magnetic disk
Magnetic disk berperan
sebagai penyimpanan ke dua pada sistem komputer modern. Magnetic disk
disusun dari piringan seperti CD. Kedua permukaan piringan diselimuti oleh
bahan-bahan magnetik. Permukaan dari piringan dibagi-bagi menjadi jalur yang
memutar, yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa sektor.
Storage Hierarchy
Dalam struktur penyimpanan
hierarchy, data yang sama bisa tampil dalam level berbeda dari sistem
penyimpanan. Sebagai contoh integer A berlokasi pada bekas B yang ditambahkan
1, dengan asumsi bekas B terletak pada magnetic disk. Operasi penambahan
diproses dengan pertama kali mengeluarkan operasi I/O untuk menduplikat disk
block pada A yang terletak pada memori utama Operasi ini diikuti dengan
kemungkinan penduplikatan A ke dalam cache dan penduplikatan A ke dalam
internal register. Sehingga penduplikatan A terjadi di beberapa tempat. Pertama
terjadi di internal register dimana nilai A berbeda dengan yang di sistem
penyimpanan. Dan nilai di A akan kembali sama ketika nilai baru ditulis ulang ke
magnetic disk.
BAB II
Manajemen proses : jadi disini proses kerja dari sistem operasi itu sendiri
bekerja dengan cara menjadwalkan setiap proses , seperti halnya membuat file ,
menghapus file , komunikasi antar file dan lainya. Sistem operasi juga melakukan
penundaan proses, melanjutkan proses atau menghentikan proses secara paksa.
Untuk hal proses menajemen tergantung seberapa besar RAM yang ada , semakin
besar ram maka semakin cepat prosesnya . Sedangkan untuk yang berkaitan dengan
pengolahan file membutuhkan bantuan dari Control Unit, yakni komponen
pemrosesan yang ada dalam CPU.
Manajemen memori utama: Sistem operasi harus bisa mengatur dan mengalokasikan
jumlah memori yang dibutuhkan serta alamat memori yang diperlukan untuk
menampung proses. Jika tidak bisa, maka terjadi proses yang tumpang tindih dan
terjadi hang karena memori tidak cukup menampung beban proses.
Manajemen file: Ada empat bagian penting dalam manajemen file, yakni membuka
file, menulis file (salin, tempel atau tulis data), menyimpan file dan
menghapus file.
Manajemen sistem input dan output: Sistem operasi harus bisa melakukan hal yang
berkaitan dengan masukan dan keluaran data. Data yang diberikan oleh pengguna
melalui keyboard, mouse atau perangkat lain harus mampu ditampung. Hal yang
berkaitan dengan manajemen sistem input output adalah buffering atau
penampungan data, penjadwalan data, spooling atau meletakkan pekerjaan di dalam
buffer dan mengalokasikan driver untuk perangkat keras yang terhubung ke CPU.
Manajemen penyimpanan sekunder: Penyimpanan sekunder erat kaitannya dengan media
penyimpanan sekunder seperti harddisk, USB flashdisk, SSD, DVD dan lain
sebagainya. Aplikasi komputer pada umumnya akan menyimpan file atau data hasil
pemrosesan di media penyimpanan sekunder karena penyimpanan primer bersifat
sementara dan terbatas. Oleh karena itu sistem operasi juga melakukan
perantaraan file maupun data yang akan disimpan dalam sistem penyimpanan
sekunder dengan memperhatikan beberapa aspek, diantaranya adalah efisiensi
1. Command-Interpreter System
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter,
command-line interpreter, dan UNIX shell.
Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke system operasi yang lain
dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya:
CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.
2. Layanan Sistem Operasi
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk “load” program ke memori dan menjalankan program. Operasi I/O pengguna tidak dapat secara langsung mengakses sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama
pengguna. Sistem manipulasi berkas dalah kemampuan program untuk operasi pada
berkas (membaca, menulis, membuat, and menghapus berkas). Komunikasi adalah
pertukaran data/ informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu
komputer (atau lebih).
Deteksi error adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi “error”, perangkat keras mau pun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem:
Resource allocator adalah mengalokasikan sumber-daya ke
beberapa pengguna atau job yang jalan pada saat yang bersamaan.
Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan
(pengguna dikontrol aksesnya ke sistem).
Accounting
adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan atau
kebijaksanaan).
3.System Calls
System call menyediakan interface antara
program (program pengguna yang berjalan) dan bagian OS. System call menjadi
jembatan antara proses dan system operasi. System call ditulis dalam bahasa
assembly atau bahasa tingkat tinggi yang dapat mengendalikan mesin (C). Contoh:
UNIX menyediakan system call: read, write => operasi I/O untuk berkas.
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan
dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari
program ke sistem operasi:
Melalui registers (sumber daya di CPU).
Menyimpan
parameter pada data struktur (table) di memori, dan alamat table tsb ditunjuk
oleh pointer yang disimpan di register.
Push (store) melalui “stack” pada memori dan OS mengambilnya melalui pop pada stack tsb.
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter,
command-line interpreter, dan UNIX shell.
Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke system operasi yang lain
dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya:
CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.
2. Layanan Sistem Operasi
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk “load” program ke memori dan menjalankan program. Operasi I/O pengguna tidak dapat secara langsung mengakses sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama
pengguna. Sistem manipulasi berkas dalah kemampuan program untuk operasi pada
berkas (membaca, menulis, membuat, and menghapus berkas). Komunikasi adalah
pertukaran data/ informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu
komputer (atau lebih).
Deteksi error adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi “error”, perangkat keras mau pun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem:
Resource allocator adalah mengalokasikan sumber-daya ke
beberapa pengguna atau job yang jalan pada saat yang bersamaan.
Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan
(pengguna dikontrol aksesnya ke sistem).
Accounting
adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan atau
kebijaksanaan).
3.System Calls
System call menyediakan interface antara
program (program pengguna yang berjalan) dan bagian OS. System call menjadi
jembatan antara proses dan system operasi. System call ditulis dalam bahasa
assembly atau bahasa tingkat tinggi yang dapat mengendalikan mesin (C). Contoh:
UNIX menyediakan system call: read, write => operasi I/O untuk berkas.
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan
dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari
program ke sistem operasi:
Melalui registers (sumber daya di CPU).
Menyimpan
parameter pada data struktur (table) di memori, dan alamat table tsb ditunjuk
oleh pointer yang disimpan di register.
Push (store) melalui “stack” pada memori dan OS mengambilnya melalui pop pada stack tsb.
4.Mesin Virtual
Sebuah mesin virtual
(Virtual Machine) menggunakan misalkan terdapat System program => control
program yang mengatur pemakaian sumber daya perangkat keras. Control program =
trap System call + akses ke perangkat keras. Control program memberikan
fasilitas ke proses pengguna. Mendapatkan jatah CPU dan memori. Menyediakan
interface “identik” dengan apa yang disediakan oleh perangkat keras =>
sharing devices untuk berbagai proses.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control
program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking: seolah-olah terdapat
prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan
implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan
lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV =>
bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi
lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk
berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS
mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang
dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang
lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MV terpisah dari MV yang
lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara
langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem
operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang
diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
5. Perancangan Sistem dan Implementasi
Target untuk pengguna: sistem operasi
harus nyaman digunakan, mudah dipelajari, dapat diandalkan, aman dan cepat.
Target untuk sistem: sistem operasi harus gampang dirancang, diimplementasi,
dan dipelihara, sebagaimana fleksibel, error, dan efisien.
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
Mekanisme:
menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu kebijaksanaan memutuskan apa yang akan
dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat
penting; ini mengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan
diubah nanti. Kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan
kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkan
fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
Sebuah mesin virtual
(Virtual Machine) menggunakan misalkan terdapat System program => control
program yang mengatur pemakaian sumber daya perangkat keras. Control program =
trap System call + akses ke perangkat keras. Control program memberikan
fasilitas ke proses pengguna. Mendapatkan jatah CPU dan memori. Menyediakan
interface “identik” dengan apa yang disediakan oleh perangkat keras =>
sharing devices untuk berbagai proses.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control
program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking: seolah-olah terdapat
prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan
implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan
lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV =>
bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi
lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk
berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS
mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang
dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang
lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MV terpisah dari MV yang
lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara
langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem
operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang
diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
5. Perancangan Sistem dan Implementasi
Target untuk pengguna: sistem operasi
harus nyaman digunakan, mudah dipelajari, dapat diandalkan, aman dan cepat.
Target untuk sistem: sistem operasi harus gampang dirancang, diimplementasi,
dan dipelihara, sebagaimana fleksibel, error, dan efisien.
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
Mekanisme:
menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu kebijaksanaan memutuskan apa yang akan
dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat
penting; ini mengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan
diubah nanti. Kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan
kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkan
fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
Implementasi :
Sistem biasanya menggunakan bahas assembly, sistem operasi sekarang dapat
ditulis dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi. Kode yang ditulis dalam
bahasa tingkat tinggi: dapat dibuat dengan cepat, lebih ringkas, lebih mudah
dimengerti dan didebug. Sistem operasi lebih mudah dipindahkan ke perangkat
keras yang lain bila ditulis dengan bahasa tingkat tinggi.
6. System Generation (SYSGEN)
Sistem operasi dirancang untuk dapat
dijalankan di berbagai jenis mesin; sistemnya harus di konfigurasi untuk tiap
komputer. Program SYSGEN mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus dari
sistem perangkat keras.
Booting:
memulai komputer dengan me-load kernel.
Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang
dapat menempatkan kernel, memasukkannya kedalam memori, dan memulai
eksekusinya.
Sistem biasanya menggunakan bahas assembly, sistem operasi sekarang dapat
ditulis dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi. Kode yang ditulis dalam
bahasa tingkat tinggi: dapat dibuat dengan cepat, lebih ringkas, lebih mudah
dimengerti dan didebug. Sistem operasi lebih mudah dipindahkan ke perangkat
keras yang lain bila ditulis dengan bahasa tingkat tinggi.
6. System Generation (SYSGEN)
Sistem operasi dirancang untuk dapat
dijalankan di berbagai jenis mesin; sistemnya harus di konfigurasi untuk tiap
komputer. Program SYSGEN mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus dari
sistem perangkat keras.
Booting:
memulai komputer dengan me-load kernel.
Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang
dapat menempatkan kernel, memasukkannya kedalam memori, dan memulai
eksekusinya.


Comments
Post a Comment